NikmatMu mana lagi yang ku dustakan II
Aku seperti menggelinding, bahkan dengan terpejampun aku tahu ada yang Maha Besar yang begitu mencintaiku.
Aku seperti tidak bisa berfikir ketika aku mulai tahu rahasia-rahasia dari tangis – tangisku kemarin dari semua pedih perih yang ada di hari-hari kemarin. Bahkan tentang semua penyesalan dan kesedihan mendalamku. Semua mengalir dan mengarus deras. Dan semuanya mulai tercetak indah tanpa aku menyangkanya bahkan membayangkannya.
Jadi ingat cerita tentang seorang ibu yang menyulam sebuah kain, anaknya memperhatikan dari bawah dan terus bertanya.
“Mama, apa yang mama buat, semuanya kacau semuanya berantakan, benangnya ruwet kesana kemari.”
“Sayang, tunggulah sebentar mama akan menyelesaikannya”
si anak semakin bingung dan tidak mengerti. Apa yang dilakukan mama ? apa hasil dari pekerjaannya yang semrawut itu. Si anak sempat lelah untuk menunggu apa yang dihasilkan sang Mama.
“Nak lihatlah”
si anak tercengang ketika melihat hasil pekerjaan Mamanya yang begitu indah, sulaman bunga-bunga yang sangat cantik.
Begitulah rahasia Illahi, ikuti saja… dan Allah akan membuat kehidupan yang indah untuk kita.
Ya Allah, nikmatMu mana lagi yang ku dustakan.
Surabaya, 10 syawal 1426 H (14 Nov 2005 pukul 21.30 )

0 Comments:
Post a Comment
<< Home